SIRKUMSISI menggunakan flux cauter

Sirkumsisi/Kitan

Manfaat : Mencegah infecsi dan penyumbatan pada saluran kencing pria.

Petunjuk teknis sirkumsisi menggunakan flux cauter

1.Persiapan alat.

2.Persiapan pasien

3.Urutan tata kerja

4.Perawatan alat.

A.PERSIAPAN ALAT

1.Cauter Flux. cara penyiapan:

a. Model FME-214. Automatic AC/DC :

§ Pasang/hubungkan socker / jack pistol ke power unit.

§ Pilih pisau / Element yang sesuai untuk penggunaan. Pasang pisau / Heating Element ke Mounting

§ pistol, tekan sambil putar ke kanan / searah jarum jam.

§ Pasang kabel power dengan Outlet /Stopkontak listrik.

§ Putar Heat Control ke arah minimum.

§ Hidupkan Poewr Unit dengan menekan saklar powernya/

§ Pegang pistolnya, untuk melakukan pengecekan system kerja Couter Flux.

§ Untuk penggunaan di luar ruangan / menggunakan system DC, chek kapasitas battery dengan menekan tombol Battery Check (tidak boleh lebih dari 2 menit ). Jika jarum indikator berda pada sekitar Zona merah, berarti battery dalam keadaan penuh. Jika jarum penunjuk berada pada Zona antara Zona merah dengan hijau, berarti battery tidak penuh dan perlu di Recharge, lihat petunjuk pengoperasian dalam Owners manual.

§ Putar Heat Control hingga jarum indicator berada pada zona hijau maximum.

§ Tekan switch / saklar pada pistol. periksa apakah ujung element terlihat membara.

b. Model FME-213 :

§ Pasang / hubungkan socket / jack pistol ke power unit.

§ Pasang Heating Element ke Mounting pistol, tekan sambil putar ke kanan / searah jarum jam.

§ Pasang kabel power ke Poewr unit.

§ Hubungkan kabel power dengan Outlet / Stopkontak listrik.

§ putar Heat Control ke arak minimum.

§ Hidupkan Power Unit dengan menekan saklar powernya.

§ pegang pistolnya, untuk melakukan oengecekan system kerja Couter FLUX.

§ Tekan switch / saklar pada pistol.

§ Putar heat control hingga jarum indikator berada pada zona hijau maximum, periksa apakah element terlihat membara.

2. Antiseptik yang tidak merangsang seperti Bethadine, jangan Yodium karena penis sangat peka.

3. Alkohol 70 %.

4. Obat Anasthesi lokal.

5. Kai / duk lubang steril 1 buah.

6. Sarung tangan steril 1 pasang.

7. Kasa steril secukupnya.

8. Chromic Cut Gut ( polos ) nomor 4.0.

9. Perban.

B. PERSIAPAN PASIEN.

1. Rambut disekitar penis (pubes 0 di cukur.

2. Penis dan sekitarnya dibersihkan dengan air sabun.

3. Beri penjelasan ( pendekatan ) kepada pasien agar tidak cemas dan gelisah tentang prosedur sirkumsisi dengan Couter FLUX.

4. Periksa apakah pasien punya alergi atau indikasi dilakukanya sirkumsisi.

C. URUTAN / CARA KERJA.

§ Atur posisi pasien tidur terlentang yang relax.

§ Pasang duk.

§ Desinfeksi penis dan daerah sekitarnya.

§ Cek kondisi penis terutama Preputium.

§ Lakukan anasthesia lokal dan biarkan beberapa menit hingga anesthesia berefek.

§ jepit / Klem preputium pada arah jam 6 dan 12.

§ Klem preputium secara melintang dari sumbu panjang penis. arah klem miring dengan melebihkan bagian yang sejajar frenulum.

§ Preputium di bagian proksimal atau distal dari klem melintang di insisi dengan pisau / element couter FLUX.

§ Lepaskan klem.

§ Cek dan atur frenulum / mukose penis.

§ Bila perlu jahit frenulum / mukosa dengan jahitan berbentuk angka 8 pada hanya bagian bawah atau disekeliling penis.

§ Beri Bioplacenton pada luka bekas pemotongan preputium.

§ Balut luka dengan kasa steril yang diberi antiseptic seperti Bethadine.

§ Balut kasa syeril dengan perban.

D. PERAWATAN ALAT PASCA PAKAI.

  • Matikan power Unit.
  • Lepaskan socket / jack pistol dari power unit.
  • setelah dingin, pisau / element lepaskan dari Mountingny. aDengan cara tarik sambil putar ke arah kanan ( searah jarum jam ).
  • Bersihkan pisau / element dari sisa-sisa jaringan hasil pemotongan preputium dengan menggunakan
  • kapas beralkohol/
  • Simpan kembali pisau / element pada tempatnya. Pisau / element dapat digunakan maksimal sebanyak 15 kali khitan. Penggunaan yang melebihi batas yang direkomendasikan dapat menyebabkan efek infeksi pada area pemotongan, karena menurunya temperatur electrode element / pisau yang diakibatkan perubahan nilai resistansi electrode karena terkontaminasi oleh sisa-sisa jaringan preputium yang tidak dapat dibersihkan secara sempurna sehingga tidak dapat mematikan bakteri / kuman.
  • Rapihkan / bereskan peralatan lainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: